Menu

Mode Gelap
 

Politik

Trump Ultimatum Iran: Selat Hormuz Harus Dibuka, Jika Tidak AS Siap Luncurkan Serangan

badge-check


					Trump Ultimatum Iran: Selat Hormuz Harus Dibuka, Jika Tidak AS Siap Luncurkan Serangan Perbesar

Internasional | Lensa Negeri.co.id

Ketegangan geopolitik dunia kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum tegas kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Dalam pernyataannya yang disiarkan pada Minggu waktu setempat, Trump memperingatkan Iran agar membuka kembali jalur strategis tersebut paling lambat Rabu pagi, atau menghadapi serangan besar dari militer Amerika Serikat. Senin, 6 April 2026.

“Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, mereka akan menghadapi neraka,” ujar Trump dalam pidatonya. Ia menegaskan bahwa serangan AS akan menargetkan sejumlah infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan yang dianggap krusial bagi jalannya perekonomian negara tersebut.

Ultimatum ini muncul setelah Iran menutup akses pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur yang menjadi rute utama ekspor minyak dunia. Penutupan tersebut memicu kekhawatiran global, termasuk naiknya harga minyak dan ketegangan militer di kawasan Teluk Persia.

Iran Balas Sindiran

Menanggapi ancaman Trump, pejabat tinggi Iran tak menunjukkan tanda-tanda mundur. Mereka mengecam pernyataan Trump sebagai tindakan impulsif dan tidak rasional. Parlemen Iran bahkan menyebut ancaman tersebut sebagai “langkah putus asa” dan memperingatkan bahwa AS bisa “masuk dalam neraka hidup” bila memilih opsi militer.

Pemerintah Iran juga menuduh AS mencoba memanaskan situasi demi kepentingan politik internal. “Ancaman semacam itu hanya akan mempercepat kehancuran kredibilitas Amerika,” ujar salah satu anggota parlemen Iran.

Reaksi Global dan Politik AS

Ancaman Trump bukan hanya memicu ketegangan internasional, tetapi juga menuai kritik dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri. Beberapa politisi AS menyebut retorika Trump sebagai ancaman yang berbahaya dan tidak terkendali, serta dapat memicu perang berskala besar di Timur Tengah.

Sementara itu, analis internasional memperingatkan bahwa konflik di Selat Hormuz dapat berdampak serius pada ekonomi global. Pasalnya, sekitar 20 persen lalu lintas perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut.

Dampak Ekonomi Mulai Terlihat

Ketidakpastian akibat konflik ini membuat harga minyak dunia melonjak tajam. Investor global mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi, sementara negara-negara pengimpor minyak bersiap menghadapi potensi kenaikan biaya energi dalam beberapa minggu ke depan.

Situasi Masih Tegang

Hingga berita ini diturunkan, Iran belum memberikan sinyal akan membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, armada militer AS dilaporkan semakin intens memantau pergerakan di kawasan Teluk.

Konflik ini berpotensi berkembang menjadi salah satu krisis terbesar di tahun 2026, dengan risiko eskalasi yang bisa meluas ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga keamanan global. (Sel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan Baru

15 September 2026 - 06:43 WIB

Usai Hadiri KTT BRICS, Prabowo Kembali ke Jakarta Bawa Tiga Pesan Utama

14 September 2026 - 03:32 WIB

Serangan Rusia Gempur Ukraina, 38 Orang Tewas dalam Ledakan Gudang Amunisi Dekat Kyiv

31 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, 903 Orang Tewas dan Ribuan Masih Hilang

31 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang dan Ajarkan “Kungfu Terbang”

26 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Trending di Internasional