Bogor | Lensa Negeri.co.id
Warga Bogor sempat dibuat penasaran setelah sejumlah orang mengaku merasakan getaran ringan saat gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (8/7/2026) dini hari.
Meski tidak berlangsung lama, getaran tipis tersebut cukup menjadi perbincangan di media sosial. Beberapa warga mengaku merasakan benda-benda di dalam rumah bergetar selama beberapa detik, sementara sebagian lainnya tidak menyadari adanya gempa.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di wilayah Selat Sunda dengan kedalaman yang relatif aman serta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Di wilayah Bogor sendiri, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat pun tetap berjalan normal.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta hanya mengakses informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa maupun potensi gempa susulan.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, sehingga aktivitas gempa bumi merupakan hal yang cukup sering terjadi.
Bagi masyarakat Bogor yang merasakan getaran, tidak perlu panik. Yang terpenting adalah tetap mengetahui langkah mitigasi saat terjadi gempa, seperti menjauhi benda yang berpotensi jatuh, berlindung di tempat yang aman, serta segera menuju area terbuka setelah guncangan berhenti jika situasi memungkinkan.
Tetap waspada, tetap tenang, dan pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Karena di era serba digital seperti sekarang, jangan sampai hoaks bergerak lebih cepat daripada fakta. (Sel)








