Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi

Kebijakan Tarif Impor Donald Trump Kembali Jadi Sorotan, Dampaknya Terasa Hingga Pasar Global

badge-check


					Kebijakan Tarif Impor Donald Trump Kembali Jadi Sorotan, Dampaknya Terasa Hingga Pasar Global Perbesar

Washington D.C. | Lensa Negeri.co.id

Kebijakan tarif impor yang diperkenalkan oleh Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah dinamika perdagangan global. Kebijakan tersebut sebelumnya memicu ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan sejumlah negara mitra, terutama Tiongkok, serta berdampak pada rantai pasok internasional.

Pada masa pemerintahannya, Trump menerapkan tarif tambahan terhadap berbagai produk impor dengan alasan melindungi industri dalam negeri dan mengurangi defisit perdagangan. Sektor baja, aluminium, serta berbagai produk manufaktur menjadi target utama kebijakan tersebut, Senin (23/02/2026).

Langkah ini memicu respons balasan dari sejumlah negara, termasuk Tiongkok, yang kemudian mengenakan tarif terhadap produk-produk asal Amerika Serikat. Situasi tersebut berkembang menjadi perang dagang yang memengaruhi stabilitas pasar global, nilai tukar mata uang, serta harga komoditas.

Ekonom menilai kebijakan tarif tersebut memberikan dampak ganda. Di satu sisi, beberapa industri domestik Amerika mendapatkan perlindungan sementara dari persaingan luar negeri. Namun di sisi lain, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi kenaikan biaya produksi, yang pada akhirnya turut membebani konsumen.

Di kawasan Asia, termasuk Indonesia, dampak tidak langsung juga dirasakan melalui fluktuasi harga komoditas dan perubahan arus perdagangan. Beberapa negara memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan ekspor ke pasar alternatif, sementara lainnya menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.

Meski kebijakan tersebut lahir dalam konteks periode kepemimpinan Trump, perdebatan mengenai proteksionisme versus perdagangan bebas masih terus berlangsung hingga kini. Sejumlah analis menyebut bahwa kebijakan tarif era Trump telah mengubah arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan meninggalkan warisan jangka panjang dalam hubungan dagang internasional.

Ke depan, para pelaku pasar dan pemerintah di berbagai negara tetap mencermati arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, mengingat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. (Sel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *