Internasional | Lensa Negeri.co.id
Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memuncak dan berubah menjadi konflik terbuka pada awal tahun 2026. Perang tersebut dipicu oleh serangkaian serangan militer yang terjadi setelah hubungan diplomatik dan negosiasi antara pihak-pihak terkait mengalami kegagalan.
Konflik ini sebenarnya berakar dari perseteruan panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai memburuk sejak Revolusi Iran 1979, ketika pemerintahan pro-Barat di Iran digulingkan dan digantikan oleh Republik Islam yang menentang pengaruh Barat serta keberadaan Israel di kawasan Timur Tengah. Sejak saat itu, ketegangan politik dan militer antara ketiga pihak terus meningkat.
Selain faktor ideologi, konflik juga dipicu oleh perselisihan mengenai program nuklir Iran. Israel dan Amerika Serikat menilai program tersebut berpotensi digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan bahwa program tersebut hanya untuk kepentingan energi dan penelitian sipil.
Situasi semakin memanas ketika pada 28 Februari 2026 Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target strategis di wilayah Iran. Operasi tersebut dikenal sebagai Operation Lion’s Roar, yang menargetkan fasilitas militer dan pertahanan Iran di beberapa kota, termasuk ibu kota Teheran.
Serangan itu kemudian memicu balasan dari Iran. Teheran meluncurkan sejumlah rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan ini menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah Israel dan memicu status darurat di sejumlah kota.
Eskalasi konflik tersebut juga berdampak pada stabilitas kawasan. Ketegangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz meningkat setelah Iran mengancam menghentikan aktivitas pelayaran sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Situasi ini turut memengaruhi perdagangan energi dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak global.
Hingga kini, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih terus berlangsung dengan saling serangan rudal, drone, serta operasi militer di berbagai titik strategis di Timur Tengah. Komunitas internasional pun terus menyerukan gencatan senjata guna mencegah perang yang lebih luas di kawasan tersebut. (Sel)








