Tangerang | Lensa Negeri.co.id
Kenaikan harga kantong plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat di wilayah Tangerang. Lonjakan harga ini tidak hanya berdampak pada biaya operasional pedagang, tetapi juga memicu perubahan kebiasaan konsumen dalam berbelanja. Selasa (14/04/2026).
Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengaku harus menyesuaikan pengeluaran akibat harga plastik yang terus naik. Bahkan, tidak sedikit yang mulai membatasi penggunaan kantong plastik atau meminta pembeli untuk membawa tas belanja sendiri.
“Sekarang harga plastik naik cukup tinggi, jadi kami imbau pembeli bawa tas sendiri. Kalau tidak, kadang kami kenakan biaya tambahan,” ujar salah satu pedagang di kawasan Tangerang.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui dinas terkait mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Selain mengurangi beban biaya, langkah ini juga dinilai efektif dalam menekan volume sampah plastik yang semakin meningkat.
Kampanye penggunaan tas belanja ulang pakai pun mulai digencarkan di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Di sisi lain, pemerhati lingkungan menilai kenaikan harga plastik dapat menjadi momentum positif untuk mengubah pola konsumsi masyarakat. Ketergantungan terhadap plastik sekali pakai selama ini dinilai menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan.
“Ini bisa jadi titik balik. Ketika plastik mahal, masyarakat akan mulai berpikir untuk beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan,” ungkap salah satu aktivis lingkungan.
Dengan kondisi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mempercepat pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Selain berdampak pada efisiensi biaya, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Tangerang. (Seli)








