Menu

Mode Gelap
 

Lingkungan

Karhutla Melanda Kawasan IKN, 458 Hektare Lahan Terdampak

badge-check


					Karhutla Melanda Kawasan IKN, 458 Hektare Lahan Terdampak Perbesar

Kalimantan | Lensa Negeri.co.id

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda sejumlah wilayah di sekitar kawasan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 458 hektare lahan terdampak kebakaran. Senin (07/09/2026).

Luas lahan terdampak terbesar berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto, yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Meski kebakaran terjadi di kawasan pengembangan IKN, BNPB menyebut kondisi tersebut belum secara langsung mengancam kawasan inti pemerintahan maupun aktivitas pembangunan di IKN. Namun, keberadaan titik-titik kebakaran di sekitar Sepaku dan wilayah perbatasan IKN tetap menjadi perhatian karena kondisi cuaca dan angin dapat memengaruhi penyebaran api.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pentingnya langkah mitigasi dilakukan sejak dini untuk mencegah kebakaran meluas dan memasuki kawasan yang lebih strategis.

TNI Kerahkan Helikopter untuk Water Bombing

Penanganan karhutla di wilayah delineasi IKN juga diperkuat oleh unsur TNI. Personel Kodim 0913/PPU bersama Yonif TP 826/BTB dikerahkan untuk melakukan pemadaman, penyekatan, serta pendinginan di sejumlah titik yang masih terdapat api maupun bara.

Upaya tersebut dilakukan di kawasan Kampung Dayak Nusantara, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kondisi medan yang berupa semak belukar dengan lapisan gambut tipis, ditambah hembusan angin, membuat api berpotensi kembali menyala meskipun sebelumnya telah berhasil dipadamkan.

Selain pemadaman dari darat, penanganan juga diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan Helikopter Caracal H225M. Otorita IKN sebelumnya menetapkan lima area prioritas yang menjadi sasaran pemadaman udara.

Operasi tersebut dilakukan melalui koordinasi BNPB, TNI AU, BMKG, Otorita IKN dan sejumlah pihak terkait.

Mitigasi Terus Diperkuat

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api di sekitar kawasan IKN. Langkah mitigasi diperlukan untuk mencegah api meluas, terlebih kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Pemerintah memastikan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu agar kebakaran tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pembangunan IKN.

Dengan luas lahan terdampak yang telah mencapai ratusan hektare, penanganan karhutla di sekitar IKN menjadi perhatian serius. Upaya pemadaman dan pencegahan perlu terus dilakukan secara cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lainnya. (Sel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Kantong Plastik Melonjak, Warga Tangerang Didorong Beralih ke Produk Ramah Lingkungan

14 April 2026 - 04:13 WIB

Trending di Lingkungan