Brazil | Lensa Negeri.co.id
Pulau terpencil di lepas pantai São Paulo, Brasil, kembali menarik perhatian publik. Ilha da Queimada Grande yang dikenal sebagai “Pulau Ular” di sebut sebagai salah satu lokasi paling berbahaya di dunia karena dihuni ribuan ular berbisa mematikan. Selasa, 5 Mei 2026.
Pulau ini menjadi habitat utama golden lancehead viper, spesies ular endemik dengan tingkat racun yang sangat tinggi. Para peneliti menyebut, kepadatan ular di beberapa area bisa mencapai satu ekor per meter persegi, menjadikan wilayah tersebut nyaris mustahil untuk dihuni manusia.
Pemerintah Brasil sendiri telah menetapkan larangan ketat bagi masyarakat umum untuk mengunjungi pulau ini. Akses hanya diberikan kepada peneliti dengan izin khusus, mengingat risiko gigitan ular yang dapat berakibat fatal dalam waktu singkat.
Secara geologis, pulau ini terbentuk akibat kenaikan permukaan laut ribuan tahun lalu yang memisahkannya dari daratan utama. Kondisi tersebut membuat populasi ular berkembang tanpa predator alami, sehingga jumlah dan tingkat bahayanya terus meningkat.
Meski dikenal ekstrem, Ilha da Queimada Grande juga memiliki nilai penting dalam dunia penelitian. Racun dari ular-ular di pulau ini sedang dikaji untuk pengembangan obat medis, termasuk potensi terapi untuk penyakit tertentu.
Fenomena ini menjadikan Pulau Ular bukan hanya sekadar kisah menyeramkan, tetapi juga contoh bagaimana alam dapat berkembang secara unik sekaligus berbahaya. (Sel)








